Ali Topan diatas Panggung Ibu Kota


Sebuah sajian yang sangat sayang untuk dilewatkan. “Ali Topan The Musical”, gelaran yang berlangsung dari tanggal 11 -17 April 2011 mampu memberikan atmosfir malam yang berbeda dari biasanya di kota ini (red.Jakarta). Dan hari ini 13 April 2011 merupakan pementasan hari ke tiga. Tadi malam saya berbondong-bondong bersama sahabat datang untuk menikmatinya. Malam itu, Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki terlihat ramai dengan hadirnya pagelaran ini. Dari mulai pintu gerbang sudah bertebaran pamflet, spanduk, banner, dan lain-lain tentang Ali Topan.

Rasa penasaran semakin menggebu sesaat akan memasuki gedung pertunjukan. Pemeriksaan tiket pun dilakukan oleh para panitia, dan pemeriksaan akan adanya kamera professional pun dilakukan, karena hal itu sudah menjadi ketentuan pertunjukan. “HP nya tolong di silent ya!” kata seorang sekuriti berbadan tegap. Demi kelancaran acara, tentunya kita harus menghargai itu.

Kami pun langsung meluncur ke lantai tiga, karena tiket kami menunjukkan arah kami akan duduk manis disana. Ditiket kami tertulis ‘KLS2Balcony’. Sampai dilantai tiga, kami langsung dengan cepat memasuki ruangan yang masih terlihat terang, dan para penonton masih berdatangan dari pintu-pintu masuk yang lain.

Hampir sebagian kursi di balkon terisi penuh oleh rasa penasaran para pembeli tiket. Tetapi bukan hanya anak muda saja yang hadir dalam pagelaran tadi malam, tetapi banyak juga pasangan paruhbaya dengan tampilan seniman ataupun budayawan ikut andil menonton pagelaran ini. Penonton yang berada dibawah terlihat lebih sepi, karena perbedaan harga dengan kami tentunya.

Akhirnya, yang kami tunggu pun hadir dihadapan. Lagu Anak Jalanan ciptaan Guruh Sukarno Putra, menjadi pembuka pertunjukan. Riuh tepuk tangan penonton menyambut. Kamipun larut dalam pertunjukan yang berlangsung selama tiga jam dengan jeda istirahat selama lima belas menit untuk masuk sesi kedua. Tokoh  Ali Topan yang diperankan Dendy Mulya (vokalis band rock Mike’s Apartment ) Dan Kikan, mantan vokalis band Coklat yang memerankan tokoh Anna membawa suasana kembali ke era 70-an. Mereka berdua merupakan tokoh sentral dalam pagelaran ini. Tak heran jika mereka memerankan dengan penuh totalitas.

Tokoh lain yang menjadi sorotan adalah tokoh Mbok Yem, pembantu Ali Topan yang mengabdi puluhan tahun. Mbok Yem diperankan oleh Tri Utami, dan tidak perlu ditanyakan lagi bagaimana seorang Tri Utami memerankan tokoh itu. Sangat sempurna. Dalam Ali Topan The Musical ini, banyak juga nama-nama yang biasa kita dengar, seperti Ricky Johanes, Lisa Depe, dan Sita Nursanti.

Selain nama-nama itu, ada sekitar 30 pemain dan 40 penari yang membantu terlaksananya drama ini. Set panggung yang disajikan bergaya realis dengan menghadirkan sejumlah landmark kota Jakarta pada 1970-an. Sebut saja gedung Aldiron Plaza yang terkenal di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang jadi tempat nongkrong Ali Topan serta teman-temannya pada masa itu. Motor trail yang jadi tunggangan Ali Topan juga dicari yang semirip mungkin. Demikian juga barang-barang dan aksesori pendukung lainnya membuat setting panggung terasa lebih hidup.

Paduan antara nyanyian, dialog, koreografi, dan setting dalam drama musikal ini membuat kami yang hanya membuka mata dan mendengarnya benar-benar terpana. Apalagi disaat Tike Priatnakusuma yang berperan sebagai ‘bibi seksi’ berinteraksi dengan Ali Topan dan teman-temannya disebuah warung kumuh, tempat Ali Topan biasa nongkrong dan berdiskusi dengan para anak jalanan, tukang ngamen, waria, dan pelacur . Drama ini berusaha menampilkan cerita asli yang di garap oleh Teguh Esha pada tahun 1977. Walaupun tidak bisa sedetil mungkin dengan cerita aslinya, Ari Tulang Sebagai sutradara dalam drama musikal ini, mampu membuat cerita lebih hidup di panggung pertunjukan malam itu.

Selesai sesi pertama, kamipun diberikan ruang untuk menghela nafas, beristirahat untuk masuk pada sesi kedua. Dan, pada sesi kedua pertunjukkan, kami diberikan sajian yang lebih optimal lagi. Tampilan video mapping membuat suasana panggung menjadi lebih hidup, sepeda motor yang ditunggangi Ali seolah-olah melaju kencang. Set demi set keluar dengan segala macam dialog dan konflik yang terjadi.

Sedikit review tentang film Ali Topan di tahun 1977. Ali Topan dan Anna Karenina merupakan sepasang kekasih yang cintanya terhalang oleh adanya kesenjangan sosial. Orangtua Anna yang sangat kaya, begitu sombong dan angkuh menghadapi Ali Topan yang hanya dari kalangan orang biasa, menurut orangtua Anna. Padahal Ali Topan berasal dari keluarga yang berada, tetapi keluarga Ali bisa dibilang sangat berantakan. Bisnis ayahnya yang tidak baik, lalu ibunya yang suka main diluar, membuat Ali Topan memberontak dan lebih memilih hidup dijalanan. Sampai akhirnya Ali dan Anna bertemu, terjadilah konflik-konflik yang menyebabkan mereka berdua harus terus berjuang demi cinta mereka.

Drama musikal ini menggunakan, tidak kurang dari 12 scene untuk membuat cerita ini menjadi senyata cerita aslinya. Tiap scene terdiri atas beberapa set. Untuk mempermudah pergantian set, bagian tengah panggung menggunakan alat pemutar panggung. Meski demikian, ruang gerak para pemain tak sebatas di panggung. Mereka terkadang muncul di tengah-tengah barisan kursi penonton, membaur dan berinteraksi bersama seluruh penonton. Hal ini kami rasakan sangat membantu, karena kami sebagai penikmat, disaat-saat terakhir sedikit merasakan hal yang sama, yaitu “kenapa ini lama sekali?” pertanyaan itu keluar didalam kepala setelah melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 23.00.

Tetapi, secara keseluruhan “Ali Topan The Musical” Sangat keren! Menghibur! Kenapa? Karena setelah kami pulang, sepanjang jalan kami menirukan gaya mereka berdialog. Terima kasih kepada Artswara Production yang sudah menghadirkan Ali Topan di tahun yang penuh dengan teknologi ini.

 

 

One thought on “Ali Topan diatas Panggung Ibu Kota

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s