Celoteh Sore yang Bangsat


Setiap hari selalu saja ada hal yang bikin perasaan ini merasa harus belajar dan terus belajar. Kenapa ya? Apakah ada yang bisa menjawabnya? Kalau mereka yang selalu haus akan informasi dan ilmu pengetahuan pasti akan bertanya. Dan kalo yang biasa saja, maksudnya, yang hidupnya sudah merasa cukup dengan apa yang dijalani setiap hari pasti tidak akan bertanya. Kalau saya sendiri akan menjawab. “Kita ini merasakan hidup cuma satu kali, dan tidak bisa diulang lagi, makanya saya akan mencari ilmu-ilmu itu kemanapun mereka berada, dan info-info terbaru tentang apapun akan selalu saya buru.”

Kenapa terlintas pertanyaan ini? Ini dikarenakan, pada saat saya bermigrasi kekantor yang lebih kreatif, menurut saya. Saya merasa nol disini. Entah mengapa, ilmu yang saya punya serasa hanya mendapat poin dibawah 5 dari mereka yang ada disini. Setiap hari akhirnya saya berusaha membuka situs apapun yang intinya bisa saya mengerti dan saya pelajari. Dan akhirnya juga saya memutuskan untuk membuat blog yang dari dulu sebenarnya sangat saya inginkan, tetapi kendala alat yang selalu menjadikan hambatan.

Saya menyebutnya dengan “perfeksionis bangsat”. Melihat kata perfeksionis, yang terlintas dipikiran saya dalam satu kata adalah “sempurna”. Apapun yang dilakukan harus sesuai dengan apa yang direncanakan. Bangsat sendiri memiliki arti secara harfiah kutu busuk dan orang yang bertabiat jahat. Tetapi difinisi tentang “perfeksionis bangsat” disini buat saya adalah ingin sempurna tapi setengah-setengah. Kadang ingin sempurna, kadang biasa saja.

Jadi hubungannya dengan harus belajar terus dan terus belajar, yaitu semuanya terhambat jika tidak ada alat. Padahal dalam kamus orang sukses, selalu menempel dikepala saya, “Beda pemenang dan pecundang! Pecundang selalu bilang, ini bisa, tapi sulit! Dan Pemenang selalu bilang, ini sulit, tapi bisa! Beginilah manusia, selalu dicari dimana letak lemahnya. Tidak ada alat, harus ada ini, harus ada itu, bla, bla, bla….

Dan mulai sekarang, hal kayak gini bakalan saya coba untuk dihilangkan. Karena kita tidak akan maju-maju jika pola piker masih seperti ini. Semoga dari tulisan ini saya selalu ingat apa yang saya ucapkan dan tuliskan. HAJAR.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s