Mass Romantic membuka Iwan Fals


Penantian panjang itu akhirnya terwujudkan. Alhamdulillah. Sudah lama sekali kami menantikan momen ini sejak kami mulai mendengarkan album-album beliau dimasa kami sekolah dulu. Guru Umar Bakrie, Mata Indah Bola Pimpong, Wakil Rakyat, Kembang Pete dan sebagian besar lagunya selalu kami jadikan pegangan untuk menambah wawasan bermusik kami. Om Iwan, itulah panggilan kami buat beliau malam tadi, Rabu, 15 Juni 2011.

Panggung utama Pekan Raya Jakarta 2011 (Jakarta Fair) Kemayoran menjadi saksi sejarah dalam perjalanan bermusik Mass Romantic. Mass Romantic yang malam tadi, sekitar pukul 19.45 WIB berada dipanggung yang sama dengan Iwan Fals merasakan atmosfir yang sangat luar biasa bahagia. Rasa campur aduk yang ada didalam pikiran masing-masing dari kami akhirnya bisa kami selesaikan dengan sempurna. Dalam benak kami saat itu, hanya memikirkan bagaimana kami menghadapi masa Orang Indonesia (OI) – fans dari Iwan Fals yang terkenal sangat loyal terhadap beliau-  itu?

Sound Check

Sudah sejak pukul 13.00, disaat matahari sedang berada pada titik senyumnya, kami mencoba mengecek semua alat dan merasakan suara yang akan kami persembahkan untuk para penonton yang akan hadir malam itu. Panggung besar dengan crowd OI, tampil sempurna, dan sebisa mungkin bisa menarik hati para OI adalah tantangan besar buat kami.

Area Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran mulai dibuka sekitar pukul 16.30 sore hari. satu persatu manusia mulai memasuki kawasan yang setiap tahunnya ditunggu oleh warga Jakarta dan sekitarnya. Setelah mengecek alat dan sound, kami memutuskan untuk tidak beranjak dari PRJ, karena jika kami keluar, akses untuk kembali bakalan membuat sulit kami sendiri.

Waktu terus berjalan saat gelap mulai menandakan malam sudah datang, dan MC mulai mengeluarkan suara khas nya dipanggung utama, tanda acara sudah mulai berjalan. Delilah sebagai pembuka malam itu, sedikit membuat sebagian penonton yang masih berada diluar pagar pembatas, masuk ke venue. Didua lagu terakhir, panitia sudah memberitahukan kami untuk siap-siap di backstage. “Mas, para crew silakan ke backstage!” kata panitia. Dan para personil Mass Romantic menyusul.

Mass Romantic dihadapan ribuan Oi

Semua sudah di set, MC pun sudah menyebutkan “dan inilah Mass Romantic!” Ketukan drum dari single ‘Fatimah’ mulai terdengar diiringi Abe menyapa para penonton. Disambung lagu kedua, diambil dari album pertama,  ‘Narsis’, supaya bisa mengingat sedikit siapa Mass Romantic. Masa OI yang sudah tidak sabar menunggu Iwan Fals, akhirnya kami manjakan dengan lagu ‘Bongkar’. Respon dari mereka sangat luar biasa, yang tadinya duduk santai dan mengobrol tiba-tiba berdiri, berteriak, dan menyanyikan lagu tersebut. Iwan Fals memang sangat pantas disebut  legend . Lagu terakhir dari kami adalah ‘Indonesia yang Baru’. Lagu ini kami persembahkan untuk Iwan Fals dan Indonesia.

The Legend ‘Iwan Fals’

Ribuan Oi terus bernyanyi

Setelah kami masih ada Black Out dan Iwan Fals. Kami semua menunggu Om Iwan Fals malam itu. Black Out yang main setelah kami tampil sangat maksimal. Tak lama setelah mereka, yang ditunggu dari tadi akhirnya mulai menyapa para penonton dan OI. Iwan Fals tampil dengan ikat kepala serta gitar akustik, ditemani Toto Tewel pada gitar. Sayangnya kami tidak bisa menikmati sampai akhir, karena kami harus bergegas menuju studio untuk merapihkan beberapa lagu baru. Buat kami, momen ini bakalan menjadi momen paling bersejarah dalam kehidupan bermusik Mass Romantic. Cheers. 160611

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s