Aroma Ruangan Sewaan


Jadi seperti alunan yang sangat mendadak berhenti lalu menyambung kembali. “Ada apa sebenarnya dengan irama ini?” Oh ternyata ada irama floating yang mengalun seperti ini. Lumayan bagus!

Setiap hari bayangan kamarku selalu bertanya.”Apa yang kau lakukan setiap menit ini?” Mereka ternyata memperhatikan diriku. Hebat. Hari-hariku sekarang berjalan seperti jam yang berputar kekiri. Aku memperhatikan bantal, guling, lemari, tv, buku, majalah, oh kemana kasurku? Ternyata sedang aku pinjamkan kepada bantal yang satu lagi. Alangkah baiknya aku. Ternyata bantalku yang satu ini sangat menikmati nikmatnya kasur yang aku bangga-banggakan. Katanya, kasurmu ini berdaya jual tinggi karena aku saja sebagai bantal bisa merasakan kenyamanan yang tidak bisa dikalahkan.

Hari-hariku berbicara dengan mereka yang menemani nafasku saat ini. Huporia itu sudah lewat dan aku tidak bisa merasakan huporia yang sebenarnya. Akhirnya aku mencoba melahap tulisan-tulisan yang dirangkai oleh berbagai orang yang ada diluar sana. Beranekaragam memang, tapi bagiku mereka tidak punya kasur dan teman-temannya seperti diriku.”aku punya nih!” hatiku ikut bercengkrama.

Tulisan yang mereka rangkaikan mencerminkan keadaan yang common sekali dan anehnya mereka yang merangkaikannya merasa golongan yang minor, padahal menurutku mereka semua manusia yang makananya sama seperti diriku. apa yang salah dalam diriku ini?

Hanya itu yang bisa ku ceritakan padamu teman-temanku!

Kasurku, bantal, guling, lemari, buku, majalahku.

Celoteh sekitar 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s