Paling #ngarti Teknologi


Fenomena apa lagi setelah twitter, Instagram dan hampir instagram? Kita ga pernah tau apa yang akan terjadi. Benar? Tetapi sekarang ini saya masih akan berbicara seputar teknologi gadget yang sedang merambah disanubari seluruh rakyat perkotaan Indonesia. Tapi sebelumnya mau ngomongin benda yang digunakannya, sebut saja namanya HP, haha jadi ingat program-program investigasi yang selalu mengeluarkan kata “sebut saja namanya…”  lalu suaranya dicemprengkan.

Oke, kita balik lagi ke yang tadi. HP. Mungkin akan ada nada kalimat seperti ini “haree gene ga pake HP?, kelaut aje sama cumi-cumi maennye” itu buat rakyat  perkotaan yang hidup disisi manapun, entah diterminal, dikolong jembatan, dikardus, dll. Dari pembawa gerobak, gembel, tukang parkir, supir metromini, tukang jamu, sampe mergokin  pengemis yang lagi transfer pulsa sama temannya. Dan semua sudah sibuk dengan gadgetnya masing-masing.

Tapi tau ga yang ngebedain antara mereka dan golongan diatas mereka, lalu diatas mereka lagi, dan lagi? Kayaknya ga usah disebutin, kita pasti udah tau apa aja bedanya. Tapi disini saya akan bagi 3 tingkatan saja biar mudah; bawah, menengah, atas.

Tingkatan pertama. Pernah sekali-kali saya naik kendaraan umum, dan sengaja duduk disamping pak kusir A.k.a. supirnya. Disaat supir itu sedang asik nyupir, tiba-tiba terdengar panggilan dari kantong celananya. Dan dia langsung sibuk mengambil, lalu berkata “Halo..ya ada apa?” dengan aksen bataknya yang disanapun menjawab

“kapan ko pulang bang?” ooh ternyata sang istri yang menghubungi.

Tak lama berselang terjadi percekcokan yang sangat serius.

Tanpa sadar juga saya terus mendengarkan pembiacaraan mereka yang semakin hot. Kata terakhir yang saya dengar dari supir ini ….

“lebih baik ga usah telpon-telpon lagi lah! Ini masih padat nih sewa aku..ntar nabrak mau kau tanggung?”

Nah, bisa jelas terdeteksi oleh saya kenapa mereka cekcok. Ya! Diawali cuma ingin menanyakan kondisi suaminya, yang terjadi malah cekcok rumah tangga. Saya langsung berpikir, hal ini memang terjadi disaat teknologi komunikasi ini masuk disemua lini. Semua serba terasa dekat dan mudah diacak-acak, menurut saya ya… Mungkin buat yang sudah lama menggunakan gadget, hal seperti itu sudah lewat fasenya, dan meningkat ke fase berikutnya.

Nah golongan setelah ini adalah, golongan yang melangkah lebih 1 langkah tentunya. Mungkin eranya ya yang pertama saya sebutkan diatas. FB, twitter, instagram, dan tetap hampir instagram. Di tingkatan ini adalah golongan para terpelajar atau enak disebut intelektual, dari yang memang expert sampai yang baru tau tapi pura-pura expert #eh, saya banget nih. Hahaha… saya mencoba jujur intinya. Golongan ini juga yang sering menyambut berbagai isu-isu baru yang sedang hits didunia gelombang transmisi antar benua, sssah mau nyebut internet aja susah banget. Iya biar dihargailah sedikit. Haaaa.

Sebenarnya saya sendiri pusing setelah masuk kedunia maya ini. Semua terasa begitu cepat. Dan emosi saya selalu diuji dengan segala info tercepatnya. Apalagi di dunia kicauan “twitter”, atau bahasa gaulnya social media. Apa yang menyebabkan emosi itu hadir dikepala saya? Ya apalagi kalo bukan berita, entah apapun itu beritanya. Semua yang ada di Timeline itu adalah berita buat saya. Tapi ya inilah hidup diperkotaan, ego adalah yang terpenting dan yang lain nothing.

Selepas dari twitter, ada lagi yang namanya instagram. Ini sih hal yang paling saya benci nih. Kalian mungkin tau sebabnya kalo baca post saya terdahulu soal instagram ini. Silakan baca saja. Heee.

Lanjut ketingkatan selanjutnya ah. Sebenarnya banyak yang pengen saya tumpahkan kedalam tulisan yang sebelum paragraf ini, tapi kenapa kepala ini terasa sangat berat dan konsentrasi saya hanya seputar saat berbuka puasa tiba ya? Dan kayaknya tingkatan selanjutnya ga perlu dibicarakan juga ya? Soalnya kelas atas ini, sudah ga terlalu pusing dengan kondisi ekonominya. Jadi kalo kondisi saya sudah sama seperti kelas atas ini. Baru saya bahas deh.

Selamad berbuka untuk Papua.

Cheers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s