Apa kata Mega? Mata Najwa


foto ngambil dari theindonesianway

Foto ngambil dari theindonesianway

Terlepas dari isu akan dijatuhkannya vonis presiden pada Jokowi, Mata Najwa Rabu malam, 22 januari 2014, membuka tabir yang selama ini tertutup dengan rapat oleh khalayak. Jokowi sepertinya tidak akan jadi presiden tahun ini. Begitulah kira-kira makna tersiratnya. Walaupun jawaban dari Megawati, tidak mengetuskan suatu putusan.

Itulah kenapa saya selalu suka dengan Mata Najwa. Program yang bisa membuka sebuah rahasia dibalik public issue. Program yang selalu membawa pemirsanya pada situasi perbincangan ragam santai tapi penuh makna tanpa emosi. Ditambah gaya bahasa yang digunakan pada program ini tergolong pada level mumpuni savvy. Diksi-diksi berpadu menjadi sebuah kalimat yang tajam, harmonis dan mudah dimengerti.

Pada bagian penutup acara ini, Najwa juga selalu memberikan kalimat-kalimat metafora ditambah sedikit personifikasi yang tak kalah indahnya. Dan kita sebagai pemirsa akan mudah meraba maknanya tanpa perlu mengkerutkan dahi. Coba saja lihat transkrip di bawah, lalu persepsikan:

“Megawati adalah lembar yang tak terbuka, dikelilingi diam dan hemat kata.

Semakin keputusannya dinanti, semakin akhir kata terang, biasanya didapati.

Orang-orang belajar dari sikapnya, lebih banyak dari perakataan dan retorikanya.

Cukup lama dia geming membatu, menyindir kekuasaan yang penuh ragu.

Visinya tak selalu mudah dimengerti, gagasannya lebur di dalam aksi partai.

Megawati hidup di era politik kesaksian, bukan pengumbar jurus pencitraan.

Di kala partai ramai-ramai berkoalisi, Megawati sedikit dari yang tak terbeli.

Kini keputusan Megawati dinanti, apakah maju kembali atau mengucap permisi.”

Malam Rabu kemarin, dengan berubahnya lay out talk show dan pemindahan jam tayang (saya baru tau berubah jadi jam 20.00), Najwa tetap memandu dengan gaya cantik nan santainya. Pertanyaan akurat dan tajam pun mulai diajukan.

“Banyak yang bilang Megawati itu adalah sosok yang keras kepala, apakah itu benar?” Pertanyaan diawal pun sangat terlihat, Najwa tidak segan sama sekali kepada mantan presiden Indonesia ke lima itu.

“Rasanya kok ndak keras ya? Hanya penilaian orang saja, sesungguhnya lembut hati.” Megawati langsung menjawabnya. Dan saya pun percaya dengan jawaban itu. Di dalam diri seseorang pastilah ada sifat lembutnya.

Malam itu, Megawati menjawab dengan hati-hati sekali, tempo menjawab beliau sama seperti ketika Bude (alm.) saya menjelaskan masalah kemacetan Jakarta saat tahun 1990-an. Maaf ibu Mega, Anda memiliki speed dibawah rata-rata dalam menjawab pertanyaan.

Terlepas dari cara menjawab beliau, saya tetap merasa bangga dan juga terharu atas kemampuan Megawati dalam memimpin partai selama 21 tahun. “Tanpa uang lho, saya bisa menjadi ketua partai”, celoteh Mega saat menjelaskan sekilas milestone PDI Perjuangan.

Tampak pula hadir sosok penting di PDI Perjuangan pada barisan penonton. Jokowi, Rano Karno dan Sabam Sirait (deklarator PDI, 10 Januari 1973) tampak setia menunggu sang Ketua Umum diwawancara.

Satu momen yang membuat saya tetap setia pada channel TV itu, Najwa menanyakan lagi pertanyaan yang sudah pernah di ajukan pada eposide Penebar Inspirasi. Bahkan Najwa memutar kembali rekaman pertanyaan tersebut, “Apakah Jokowi bersedia jika tahun 2014 menjadi presiden?” Disambung lagi dengan pertanyaan, “Kalau yang menanyakan Ibu Mega, apa jawaban Jokowi?” Suasana studio langsung penuh tertawa keriuhan.

Hal yang ditanyakan ini memang sedang membuat penasaran seluruh rakyat Indonesia, karena sampai saat ini, PDI Perjuangan belum memaparkan siapa saja kandidat yang akan maju menjadi Capres. Dan jawaban dari pertanyaan itu sudah sekilas saya paparkan pada paragraf pertama tulisan ini. Jadi, kemungkinan Jokowi tidak masuk dalam bursa Capres PDI Perjuangan tahun ini. Kenapa saya katakan “kemungkinan”? Ya, karena memang kita tidak akan bisa menebak apa yang akan terjadi pada sebuah situasi politik. That’s way i don’t like politic!

Di sesi terakhir talk show, Najwa menanyakan tentang pesan atau ungkapan untuk Indonesia kepada Megawati. Sambil tersedu-sedu berpikir lalu mengeluarkan air mata, begini jawaban Megawati untuk Indonesia, “Inginnya saya,……. Indonesia itu RAYA!”

Sebegitu besarnya jiwa nasionalisme dari seorang Megawati. Hal ini seharusnya membuat kita malu sebagai generasi muda. Karena kebanyakan dari kita belum berbuat banyak untuk negara dan bangsa. Inspirasi positif dari beliau sudah sepatutnya kita jalani, lalu kita bawa pesannya keseluruh penjuru negeri.

@jalurkanan 25 Januari 2014

Tonton Videonya:

3 thoughts on “Apa kata Mega? Mata Najwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s