PecanduPagi dan Kosan


Lokasi Ini bukan dikosan Saketi, tapi gapapalah ya.

Lokasi ini bukan di kosan Saketi, tapi di rumah Sutan Bhatoegana.

Isuuuk….isuuuuk. Isuuuk….isuuuk. Isuuuk…..isuuuk (maracau).

Prak….prak…..prak….prak (suara tangan mengepak paha)

Suara-suara itu terus terdengar didalam mimpi gua. Bayangkan suara ini bisa masuk kedalam mimpi. Lalu, gua berusaha untuk lebih konsen masuk ke dalam mimpi itu. “Suara apakah ini?” Dalam tidur gua berpikir. Canggih ya bisa mikir sambil tidur. Briliant!

Jam sudah menunjukan pukul 06.30 pagi. Bagi anak kosan seperti gua, jam segitu adalah jamnya untuk tiduuur. Sebentar, kenapa gua tau kalau udah jam 06.30 ya? kan gua masih tidur? Haduh, begini nih kalau nulis untuk sahabat, kakak, senior, dan yang sudah gua anggap saudara sendiri. Norvan Hardian (alm), A.K.A  PecanduPagi, Alien, Tri Utami, Monyet, Norsdam, Pala Besar dan si Jim.

Ya beginilah sekelumit cerita gua sama si Jim saat dia masih selalu bikin gua terus tertawa dan jadi kreatif atas banyolan-banyolan ga pentingnya. Lokasi cerita gua kali ini sama si Jim adalah di kosan, Saketi 9, Sukaluyu, Bandung, sekitar 2004-2007.

Kosan yang dikomandani bibi, sebagai asisten kami semua ini, memiliki banyak kenangan yang ga bisa dilupakan. Si Jim ini yang paling sering datang ke kosan sampai akhirnya sekosan kenal juga dengan sifat aslinya si Jim. Anak-anak kosan tau betul gimana kelakuan si Jim. Sejauh waktu dulu itu, ga pernah ada yang protes sama kelakuannya.

Oke, menyambung cerita diawal tadi, percaya ga percaya, suara prak…prak…prak…prak yang sudah masuk ke dalam mimpi gua akhirnya menjadi kenyataan. Sosok si Jim sudah ada di depan kamar.

“Dasar setaaan! ganggu banget, gua baru tidur subuh Jiiim, baru aja merem.” Gua rada sewot.

“Iya, emang, keliatan kok dari bantal lu kalo lu baru aja tidur kayang.” Sambil ngomong, si Jim mulai melepaskan sepatunya tepat didalam kamar kosan gua yang lantainya adalah karpet. Brengsek.

Karena kondisi udah ngantuk banget, ya dengan terpaksa gua tidur menggunakan gaya selow motion. Namanya juga si Jim, tiba-tiba dia ngomong lagi diiringi kegiatan terselubung bedebah.

“Pagi ini Bandung dingin banget jiiim!” (ngomong pelan-pelan) Gua masih ga denger si Jim ngomong apa, karena gua kan lagi tidur. Haaaaa. Tapi kok, lama kelamaan emang iya terasa dingin ya. Terus, si Jim ngomong lagi,

“Asli pagi ini Bandung dingin banget jiiiiiim!”

Mau tau ga, kenapa si Jim ngomongin terus Bandung dingin-Bandung dingin? Ternyata ada apa di depan muka gua tebak? KIPAS ANGIN yoo. Jadi, selama gua tidur tadi, dia ngomong “Bandung dingin” ya emang dingin kalau ada kipas angin pas lima centimeter didepan muka. Ngehe.

Di seri kosan dan si Jim ini ada berbagai seri ya ceritanya. Tapi, berhubung keyboard laptop mau dilaundry, jadi cukup sekian and good night (suara Clarkson, Top Gear lagi nutup program).

@jalurkanan 25 Februari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s